Periksa subwoofer·speaker dengan sweep frekuensi rendah 20 Hz → 200 Hz dan preset bass ISO. Runs directly in the browser with no download or sign-up, instant.
Periksa subwoofer·speaker dengan sweep frekuensi rendah 20 Hz → 200 Hz dan preset bass ISO. Runs directly in the browser with no download or sign-up, instant.
🔊 Tip: Use a subwoofer or bass-capable speaker for best results. Start with lower volumes and increase gradually to feel the bass frequencies.
🔉
Bass Visualizer
Select a frequency below to begin
Playing
-
Volume30%
Quick Bass Test Frequencies
Sweep Tests
📊 Full Sweep
20Hz to 200Hz
🎯 Sub-Bass
20Hz to 60Hz
📈 Mid Bass
80Hz to 150Hz
🎼 Upper Bass
150Hz to 200Hz
Test Information
StatusReady
Current TestNone
Frequency-
Duration-
Was this tool helpful?Rate Tes Bass:—Be the first to rateThanks for rating!
Tes Bass is a free, browser-based online tool. Periksa subwoofer·speaker dengan sweep frekuensi rendah 20 Hz → 200 Hz dan preset bass ISO.
Cost: Free, no signup
Install: None — runs in the browser
Privacy: Runs locally, no uploads
Platforms: Windows, macOS, Linux, Android, iOS
Time: Under a minute
Tes Bass
Bass test online: cek subwoofer & headset dari 20 Hz sampai 200 Hz
Bass test gratis ini membangkitkan nada sinus murni dari 20 Hz hingga 200 Hz langsung lewat Web Audio API, jadi Anda bisa menguji subwoofer, speaker, atau headset berbass tanpa instal aplikasi dan tanpa download file MP3. Semua berjalan di browser: Anda bisa menjalankan sweep bass yang mulus, memilih satu nada frekuensi tertentu, atau menahan satu tone sambil mengatur channel dan volume. Tujuannya sederhana, yaitu mendengar dan merasakan sampai frekuensi serendah apa perangkat Anda masih sanggup menghasilkan getaran bass yang bersih.
01Siapkan perangkat dan atur volume awal
Pakai subwoofer, speaker, atau headset yang memang mampu mengeluarkan bass. Mulai dari volume kecil dulu (alat menyarankan sekitar 20-30%) lalu naikkan perlahan supaya driver tidak kaget dan tidak rusak saat menerima frekuensi rendah.
02Pilih satu nada atau mode sweep
Pilih tone cepat (40 Hz sub-bass, 60 Hz bass dalam, 80 Hz bass rendah, 100 Hz pukulan, 150 Hz bass tengah, 200 Hz bass tinggi) atau jalankan sweep (full 20-200 Hz, sub-bass 20-60 Hz, bass tengah 80-150 Hz, atau bass tinggi 150-200 Hz) untuk menyapu rentang frekuensi secara berurutan.
03Putar lalu dengar dan rasakan
Nada akan berbunyi disertai visualizer langsung, dan panel info menampilkan status, tes yang sedang berjalan, frekuensi, serta durasinya. Perhatikan di titik mana perangkat Anda mulai melemah, pecah (distorsi), atau hilang sama sekali, karena di situlah batas bawah bass perangkat Anda.
04Hentikan dan sesuaikan
Gunakan tombol Stop dan kontrol volume saat selesai. Kalau Anda mendengar suara pecah, dengung, atau cone speaker terasa mentok, turunkan volumenya, jangan dinaikkan, supaya speaker tidak jebol.
Semua nada disintesis di browser Anda tanpa download dan tanpa pelacakan. Alat ini memutar tone untuk Anda nilai dengan telinga, bukan mengukur respons frekuensi pakai mikrofon, dan karena gelombang bass butuh gerakan cone yang besar, sebaiknya selalu mulai dari volume rendah.
FAQ Bass Test
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa fungsi bass test ini dan bagaimana cara nada-nya dibuat?
Alat ini menghasilkan nada gelombang sinus murni dari 20 Hz sampai 200 Hz langsung di browser memakai Web Audio API, tanpa download atau upload file apa pun. Anda bisa menjalankan sweep berkelanjutan, memilih frekuensi bass tertentu, atau menahan satu tone untuk mendengar seberapa dalam subwoofer atau headset Anda mampu mereproduksi bass.
Apa beda sub-bass, bass tengah, dan bass tinggi?
Sub-bass (sekitar 20-60 Hz) adalah frekuensi paling dalam yang lebih terasa getarannya daripada terdengar dan sangat bergantung pada subwoofer. Bass tengah (sekitar 80-150 Hz) memberi pukulan kick drum dan badan suara bass. Bass tinggi (sekitar 150-200 Hz) adalah zona transisi menuju mid. Alat ini menyediakan sweep terpisah untuk tiap rentang itu.
Kenapa pakai nada sinus murni, bukan musik berbass?
Sinus murni hanya berisi satu frekuensi, sehingga Anda bisa tahu persis di frekuensi berapa perangkat mulai gagal, pecah, atau hilang. Kalau pakai lagu, semua instrumen tercampur dan mustahil mengisolasi titik cut-off bass yang sebenarnya.
Kenapa banyak speaker atau headset tidak bisa bunyi di bawah 40 Hz?
Sebagian besar laptop, earphone in-ear, dan speaker kecil secara fisik tidak mampu menggerakkan udara di frekuensi serendah itu, jadi di bawah sekitar 40 Hz hampir tidak ada suara. Itu keterbatasan fisik driver speaker, bukan kerusakan dan bukan kesalahan pada tesnya.
Apakah tes ini bisa merusak speaker saya?
Pada volume tinggi, bisa. Frekuensi sangat rendah menuntut pergerakan cone yang besar, dan driver kecil bisa mentok, distorsi, bahkan merusak voice coil. Mulailah dari 20-30%, dan kalau terdengar suara pecah, cone mentok, atau dengung, segera turunkan volume. Getaran sub-bass juga bisa membuat benda longgar di dekat speaker ikut bergetar.
Apakah saya butuh subwoofer untuk memakai bass test ini?
Tidak wajib, tetapi hasil terbaik untuk frekuensi paling dalam memang butuh subwoofer atau headset berkualitas. Speaker laptop dan earphone biasa tetap bisa dites, hanya saja jangan heran jika nada di bawah 40-50 Hz nyaris tidak terdengar karena memang di luar kemampuannya. Untuk merasakan getaran sub-bass yang nyata, perangkat dengan driver besar sangat disarankan.
Windows app
KeyboardTester.click is available from Microsoft Store
Install the official Windows app shortcut, or keep using the same free testing tools in your browser.